Teks & Konverter
Cek Kepadatan Keyword
Tempel teksmu untuk melihat kata dan frasa yang paling sering muncul, beserta persentasenya terhadap total kata.
| Kata / frasa | Muncul | Kepadatan |
|---|---|---|
| // TEMPEL TEKS DI ATAS | ||
Apa ini
Cek kepadatan keyword menghitung berapa kali tiap kata muncul dalam sebuah teks dan berapa persen porsinya dari total kata. Alat ini juga menghitung frasa dua dan tiga kata, karena kata kunci yang sebenarnya dicari orang hampir selalu berupa frasa, bukan kata tunggal. Kegunaannya bukan untuk mengejar angka kepadatan tertentu — melainkan untuk melihat apakah topik yang kamu maksud benar-benar muncul dalam tulisanmu, atau justru tenggelam di bawah kata-kata pengisi.
Rumus
density = (occurrences ÷ total words) × 100
- occurrences — berapa kali kata atau frasa itu muncul.
- total words — jumlah seluruh kata dalam teks, termasuk kata penghubung.
Cara kerja
Kata penghubung yang sangat umum — yang, di, dan, dari, the, and, of — disaring dari daftar karena selalu menempati posisi teratas dan tidak memberi informasi apa pun. Penyaringan itu bisa dimatikan jika kamu memang ingin melihat komposisi teks secara utuh.
Tidak ada angka kepadatan ideal yang berlaku umum. Gagasan bahwa sebuah kata kunci harus muncul pada persentase tertentu berasal dari cara mesin pencari bekerja belasan tahun lalu, dan menulis untuk mengejar angka itu sekarang menghasilkan kalimat yang janggal — persis yang dinilai buruk. Baca alat ini sebagai cermin: jika topik utamamu tidak muncul sama sekali di daftar teratas, tulisannya mungkin memang belum membahasnya dengan jelas.
Cara pakai
- Tempel teksmu Masukkan naskah, deskripsi video, atau artikel yang ingin diperiksa.
- Pilih panjang frasa Beralih antara satu, dua, dan tiga kata. Frasa dua kata biasanya paling menggambarkan topik.
- Periksa apakah topikmu muncul Jika kata kunci yang kamu tuju tidak ada di daftar teratas, tulisannya belum cukup membahasnya.
Pertanyaan umum
- Berapa kepadatan keyword yang ideal?
- Tidak ada angka ideal yang berlaku umum, dan mengejar persentase tertentu justru merugikan. Mesin pencari modern menilai apakah sebuah halaman menjawab pertanyaan pembaca, bukan berapa kali sebuah kata diulang, dan pengulangan yang dipaksakan lebih mudah dikenali sebagai teks berkualitas rendah daripada dianggap relevan.
- Kenapa frasa dua kata lebih berguna daripada kata tunggal?
- Karena orang mencari dengan frasa, bukan kata tunggal — kata tunggal terlalu umum untuk menggambarkan maksud pencarian. Melihat frasa dua kata yang paling sering muncul memberi gambaran jauh lebih jujur tentang topik apa yang sebenarnya dibahas tulisanmu.
- Apakah alat ini menghitung kata dalam bahasa Indonesia dengan benar?
- Ya, pemisahan kata dilakukan berdasarkan spasi dan tanda baca sehingga bekerja untuk bahasa Indonesia, Inggris, dan bahasa lain yang memisahkan kata dengan spasi. Bahasa yang tidak memakai spasi antar-kata, seperti Mandarin dan Jepang, tidak akan terhitung dengan benar.
Catatan
- Teksmu tidak pernah meninggalkan browser.